JOGANEWS com – Sebelum memilih JD Vance sebagau calon wakil presidennya, Donald Trump sudah belajar banyak tentang sifat dan karakter senator Ohio ini.
Pengalaman pahit Donald Trump yang salah memilih pasangannya dalam pilpres 2016 lalu seperti menjadikan sangat beehati-hati dalam memilih wakilmya.
Hal tersebut diikatakan Pakar Politik Amerika Jerry Massie Selasa (17/7/2024) kepada media.
Seperti kita tahu bersama 2016 kata Jerry, Trump memilih Mike Pence politisi ternama asal Indiana yang kala itu duduk sebagai Gubernur. Tapi pada pilpres 2020 lalu Pence mengkhianati Trump dengan mensahkan pemilu curang Amerika. Bahkan dalam demo pada 6 January juga Pence ikut memojokan Trump.
“Memang Pence kala itu disuap Partai Demokrat berupa berlian dan permata demi mengakui kemenangan Joe Biden yang penuh dengan penipuan atau fraud,” ujar pakar politik dari American Global University ini
Dan kini ucap Jerry, setelah berpisah dengan Mike Pence, Trump memilih pendukung setia dan sejatinya yang ikut menolak kemenangan Biden 2020 lalu yakni JD Vance yang kini menduduki kursi senat yang menggantikan posisi anggota Partai Republik Rob Portman yang pensiun.
“JD merupakan veteran perang Amerika yang memenangkan perlombaan kursi senat di negaea bagian Ohio.Vance mendaftar di Korps Marinir AS dan bertugas sebagai koresponden tempur di Sayap Pesawat Marinir ke-2, yang ditugaskan di Irak.. Ohio sudah tak asing lagi yang mana negara bagian ini mengoleksii 4 presiden yakni Presiden James Gardfield (presiden ke-20) William Mc Kinley (Presiden ke-25) Glover Cleveland (ke-22 dan Jenderal Ulyses Grant (Presiden ke-18), tandas peneliti politik Amerika ini.
Kunci utama Trump menunjuk Vance tak lain selaim setia lada Trump, dia MAGA sejati bergaris keras selain seorang konservatif sayap kanan yang berani, tegas dan jujur.











