JOGANEWS.com – Menyikapi kehadiran dan pernyataan Presiden Prabowo Subianto di momen May Day, Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai bahwa sosok kepala negara itu tak hanya lips service dalam memberikan perhatian pada para pekerja dan buruh, kaum buruh selalu dihatinya.
“Dalam sejarah berdirinya bangsa ini, baru Presiden Prabowo yang sangat peduli terhadap kaum buruh. Betapa tidak, sudah dua tahun berturut-turut Prabowo menghadiri perayaan akbat Hari Buruh sedunia tepatnya 1 Mei 2026 di kawasan Monas Jakarta,” kata Jerry dalam keterangannya, Minggu 3 Mei 2026.
Selain itu, ia menilai kepedulian itu juga terlihat dari sejumlah keputusan dan peraturan presiden yang berpihak pada kaum buruh. Dan tak hanya pada kaum buruh tapi juga pada petani, nelayan, pedagang sampai ojol.
“Kita masih ingat perjuangan seorang mantan Komandan Koppasus ini saat menyelamatkan buruh Indonesia yang akan dihukum mati di Malaysia,” ungkapnya.
Buruh yang dimaksud adalah Wilfrida Soik, seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) asal NTT yang terancam hukuman mati di Malaysia pada tahun 2013-2015. Prabowo menyewa pengacara papan atas dan turun tangan langsung dalam proses hukum, yang akhirnya membuat Wilfrida divonis bebas dari tuduhan pembunuhan.
Jerry pun menyebut, Presiden Prabowo pun tak hanya janji atau pepesan kosong tapi di perayaan hari Buruh sedunia lalu, Prabowo menyampaikan 18 kebijakan pro-buruh.

“Tahun ini Prabowo akan menaikan upah minimum pendapatan dan upah peningkatan sebesar 6,5 persen, serta kenaikan Upah Minimum 2026 dengan pendapatan dan upah penyesuaian 5- 8 persen di tiap Provinsi,” ungkapnya lagi.
Presiden Prabowo juga mengucurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pendapatan dan Upah Rp600 ribu per orang untuk 15 juta buruh. Ada pula Insentif PPh 21 (DTP) Pendapatan dan Upah, dan pajak ditanggung pemerintah bagi gaji di bawah Rp10 juta.
“Bukan hanya kenaikan upah bagi buruh, tapi Marsinah pahlawan buruh diangkat sebagai pahlawan nasional,” kata Jerry.
Disampaikan pula Bonus Hari Raya Ojol/Online menjadi 25 persen dari rata-rata pendapatan bulanan. Serta dengan adanya investasi nasional senilai Rp1.931 triliun telah mampu menyerap 2,7 juta tenaga kerja. Seperti, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka 1,2 juta lapangan kerja baru; hilirisasi Danantara yang menyerap 600.000 tenaga kerja; hingga program Magang Nasional mampu menyerap 100.000 peserta yang memiliki gaji standar UMP dan mendapatkan sertifikasi.
“UU Perlindungan PRT yang memberikan kepastian hukum bagi PRT hadir di era Prabowo, yang selama 22 tahun kebelakang tak ada jalan majunya. Ada juga diskon iuran BPJS TK sebesar 50 persen JKK dan JKM bagi pekerja informal,” ucapnya.
Dari sisi ekonomi, era Presiden Prabowo telah berupaya menjaga kestabilan BBM Subsidi untuk memastikan kestabilan daya beli buruh dari gejolak global. Selain itu, pemerintah pun menyediakan lebih dari 274.000 unit rumah bagi para buruh.
“Saya pikir UU Omnibus Law tentang Ketenagakerjaan akan dipangkas dan direvisi di era Prabowo lantaran ada sejumlah pasal yang tak berpihak pada kaum buruh,” pungkasnya.











