“Ini adalah konsolidasi inti kekuasaan. Prabowo sedang membaca situasi secara serius, terutama ketika tekanan ekonomi global mulai berdampak langsung ke dalam negeri,” kata Amir.
Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi dan LPG nonsubsidi menjadi indikator awal bahwa Indonesia sedang memasuki fase tekanan ekonomi yang serius.
Dalam kondisi seperti itu, kepala negara biasanya mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kabinet.
“Reshuffle sangat mungkin menjadi bagian dari strategi,” kata Amir.
Presiden Prabowo tentu membutuhkan tim yang solid, cepat, dan mampu bekerja dalam tekanan tinggi.
“Konsolidasi dengan tokoh-tokoh strategis bisa menjadi pintu masuk untuk evaluasi besar di pemerintahan,” pungkas Amir.











