Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menegaskan pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan pesta rakyat yang sarat makna.
“Pacuan kuda adalah bagian dari tradisi dan kearifan lokal Sulawesi Utara. Melalui event ini, kita merayakan kemerdekaan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah turun-temurun,” ujar Ganda.
Selain pacuan kuda, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba bendi dan roda sapi yang tak kalah menyedot perhatian masyarakat.
Lebih lanjut, Ganda menyebut ajang ini menjadi bukti dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara kepada Pordasi Sulut.
“Sulawesi Utara dikenal sebagai gudang joki dan kuda juara. Karena itu, Minahasa Utara ingin terus menjadi motor penggerak agar olahraga ini semakin menggeliat dan membanggakan di tingkat nasional,” tutupnya.(del)











