JOGANEWS.com – Peran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kementerian PDDT)) akan lebih luas cakupannya dengan tambahan anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk koperasi desa berjumlah Rp7-8 miliar.
“Saya yakin Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto akan mampu mengatur pengelolaan keuangan dengan bijak serta mampu mengembangkan kementerian yang dipimpinnya ini, yang mana ada ketambahan anggaran untuk pemanfaatan koperasi desa,” kata Direktur and Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.
Jadi kata dia, peran SDM untuk kementerian ini sangat besar dalam developing village atau pengembangan desa dan based competence sangat penting dengan jumlah 81616 desa di seluruh Indonesia Jumlah desa terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur yang memilik (8.576 desa). Jumlah tersebut lebih banyak 7 desa dibandingkan dengan Jawa Tengah yakni 8.569 desa.
“Saya pikir Yandri sosok profesional apalagii Wakil Ketua Umum PAN ini secara empiris lama nongol dan berkecimpung di DPR bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VIII,” tutur dia.
“Dengan memanfaatkan keunggulan desa lewat sumber daya alamnya maka saya kira desa-desa di Indonesia akan maju pesat di bawah kepemipinan kader PAN tersebut,” kata doktor jebolan American Global University (AGU) ini.
Sementara Jerry meyakini dana desa senilai Rp 71 triliun akan dikelolah dengan bijak dan benar da tentunya peran Kementerian PDDT sangat dibutuhkan,” kata Jerry juga mantan Ketua dewan pakar Lembaga Ahli Pengadaan Desa (LAPD) ini.
Untuk itu jelasnya, Satgas dana desa yang pernah dibentuk perlu dioprimalkan dan diperkuat agar mampu meminimalisir kasus korupsi kepala desa.
Lantaran periiode lalu tutur erry, dana desa banyak diselewengkan ada kepala desa yang terlibat judi online, karoeke, memperkaya diri sendiri sampai uang dipakai pesta-pora. Jadi sisi contolling (pengawasan) harus diperketat. Kalau bisa ada nomor rekening desa dan itu terhubung langsung ke Kementerian Keuangan sampai PPATK dan lembaga penegak hukum.











