JOGANEWS.com – Mabes Polri memiliki sejumlah nama yang punya potensi menjadi pimpinan masa depan di lembaga kepolisian ini misalkan; Komjen Prof DR Deddy Prasetyo (Irwasum), Komjen Pol Drs Wahyu Widada,, Komjen Pol DR Ahmad Dofiri (Wakapolri) dan juga Komjen Pol. DR. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si (Kabaharkam).
Ada satu nama lagi yakni Irjen Pol DR Roy Langie sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kawanua bahkan di bumi persada Nusantara.
Sejumlah posisi telah ditempati mulai dari bawah hingga menempati posisi sebagai Kapolda Sulawesi Utara (Sulut).
Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie putra Tompaso, Minahasa ini memang memiliki sejumlah talenta dalam memimpin yang dianugerahkan Tuhan dan salah satunya menjadi seorang leader
Dalam kaeirnya, Roycke sudah pernah duduk 4 kali sebagai Kapolres yakni Kapolres Kepulauan Yapen Polda Papua (2012), Kapolres Jayapura Polda Papua, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya (2015) Kapolres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya serta sejumlah jabatan lainnya.
Dalam perpektif edukatif kata Jerry, beliau cukup cemerlang doantaranya, lulusan magister Universitas Indonesia dan juga jebolan doktor universitas beken Paman Sam di negara bagian New Mexico.
“Ada sejumlah hal yang dimiliki Roy Langie misalkan kepekaan dan insting seorang polisi, approaching each others (pendekatan dengan orang lain) sangat baik, secara empiris pengalaman cukup mumpuni ditambah good communication (komunikasi baik), have extraordinary concepts and strategies (memiliki konsep dan strategi yang luar biasa),” ujar dia.
Tapi menurur peneliti kebijakan publik dari American Global University (AGU) ini ada satu nama yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan Polri beliau adalah Irjen Pol DR Roy Langie yang kini duduk sebagai Kapolda Sulawesi Utara (Sulut).
“Saya nilai nama-nama tersebut punya peluang duduk sebagai orang nomor 1 Polri.
Sementara tuturnya, banyak persoalan yang mendera tubuh Polri mulai dari kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, mantan Kapoda Sumbar Teddy Minahasa (kasus narkoba) penembakan AKP Ulil Ryanto di Sumbar, pemerasan terhadap WNA Malaysia yang dilakukan sejumlah oknum polisi di Jakarta, penembakaan anggota Paskibraka di Jateng, pembunuhan seorang ibu yang dilakukan anaknya seorang.polisi di Banten.
Selain iti adapula penembakan anggota Polsek Wanasaba di Lombok Timur, Peristiwa penembakan juga terjadi di Polsek Cimanggis yang menewaskan Bripka RE pada 25 Juli 2019, Bripda IDF tewas tertembak senjata api rakitan ilegal oleh Bripda IM pada 22 Juli 2023 di Rusun Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Polisi menembak rekan karena sakit hati di Lampung.
Menurut Jerry, pengganti Kapolri Sigit Listyo Wibowo ke depan selain smart (cerdas), wise, (bijaksana), expert (ahli), brave (berani), honest (jujur), credible( kredibel) punya banyak experiance (pengalaman) serta paham manajerial Polri.
Jerry pun blak-blakan menyebut Kapolri saat ini masih gagal dalam menahkodai Polri, lantaran tingkat kepuasan publik sangat rendah dan lembaga yang tak dipercaya publik. Nah ke depan Polri harus punya pemimpin yang punya grand design dan grand strategy yang kuat menjadikan Polri lembaga yang disukai publik.











