JOGANEWS.com – Donald Trump pernah hampir meninggal, “tidak diragukan lagi. Namun Tuhan menyelamatkan nyawanya,” kata penginjil Franklin Graham pada hari Kamis pada malam terakhir Konvensi Nasional Partai Republik, beberapa hari setelah seorang pria bersenjata berusaha membunuh mantan presiden tersebut di sebuah rapat umum di Pennsylvania.
“Ketika kita mengalami pengalaman tersebut, kita akan berubah. Kita dapat mengevaluasi kembali hidup kita dan mengevaluasi kembali prioritas kita, sebagaimana seharusnya,” kata Graham di Milwaukee.
“Ketika Presiden Trump bangkit dari mimbar itu, ia bangkit dengan kepalan tangan yang kuat, menunjukkan tekadnya yang tak tergoyahkan kepada Amerika untuk memperjuangkan mereka di negara ini. Saya tidak dapat menjelaskan mengapa Tuhan menyelamatkan satu nyawa dan membiarkan nyawa yang lain direnggut. Saya tidak punya jawaban untuk itu. Namun satu hal yang saya tahu adalah bahwa Tuhan mengasihi kita, dan Ia ingin kita bersama-Nya di surga suatu hari nanti. Dan itu melalui iman kepada Putra-Nya, Yesus Kristus,” tambahnya.
Trump, kata Graham, adalah “orang yang menepati janjinya.”
“Hal-hal yang dia katakan akan dia lakukan, dia lakukan. Ketika dia memberi tahu saya dan negara kita pada tahun 2016 bahwa dia akan menunjuk hakim konservatif, coba tebak? Dia melakukannya. Pada tahun 2016, dia mengatakan akan membela kebebasan beragama. Dan coba tebak? Dia melakukannya. Pada tahun 2019, saya bersamanya di Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika presiden pertama dalam sejarah negara ini berdiri di sana untuk mengadvokasi kebebasan beragama di seluruh dunia.
“Ketika warga negara Amerika dan pendeta Andrew Brunson ditahan di penjara Turki atas tuduhan palsu, Presiden Trump menuntut agar ia dibebaskan, dan ia menerapkan tekanan ekonomi dan sanksi hingga pembebasannya. Saya bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah ia lakukan sebagai presiden Amerika Serikat ke-45, dan saya tahu bahwa sebagai presiden ke-47, ia akan menepati janjinya kepada rakyat Amerika untuk membuat Amerika kembali hebat,” tambahnya.











