JOGANEWS.com – Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memastikan dalam waktu dekat akan melakukan penyegaran jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penerapan manajemen talenta yang kini tengah berjalan dan akan diperluas secara lebih masif.
Saat diwawancarai wartawan, Senin (30/3/2026), Joune Ganda mengungkapkan proses manajemen talenta saat ini sudah berlangsung dan akan segera memasuki tahap berikutnya, termasuk rotasi jabatan atau “tour of duty”.
Menurutnya, kebijakan “tour of duty” bukan sekadar rotasi biasa, melainkan strategi untuk membangun energi baru dalam organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menilai perpindahan posisi akan mendorong aparatur sipil negara (ASN) menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Ini ada tour of duty karena setelah saya juga amati bahwa potensi kita melakukan tour of duty ini juga adalah bagian bagaimana kita memberikan semangat baru bagi OPD-OPD ini untuk lebih menunjukkan kinerjanya, menunjukkan talentanya,” jelasnya.
Joune bilang, setiap ASN yang ditempatkan di posisi baru akan menghadapi tantangan dan penilaian kinerja yang berbeda.
Hal ini diharapkan dapat memacu peningkatan performa secara keseluruhan.
“Dengan melakukan rolling maka pada saat dia mendapatkan tempat yang baru maka dia dinilai kinerjanya,” tegasnya.
Joune Ganda menekankan sistem manajemen talenta memiliki mekanisme ketat dan tidak mudah ditembus, terutama bagi ASN yang pernah mengalami penurunan jabatan atau demosi.
“Manajemen talenta ini unik. Saya contohkan apabila ada satu ASN yang kena demosi maka akan sangat sulit. Sangat sulit bagi yang bersangkutan untuk bisa masuk di box-box yang premium seperti kotak sembilan dan kotak delapan,” tegasnya.
Ia menjelaskan untuk kembali ke posisi strategis, ASN yang pernah terkena demosi harus menunjukkan transformasi besar serta prestasi luar biasa
“Dia harus mampu melakukan transformasi yang sangat luar biasa, mendapatkan prestasi yang luar biasa untuk bisa masuk ke dalam satu jajaran penilaian kinerja dan performance yang baik,” katanya.
Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh perangkat daerah agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Ini memungkinkan bagi kita, perangkat daerah kita untuk lebih hati-hati. Jadi jangan sampai dia melakukan kesalahan sehingga terkena punishment karena ini akan memberikan dampak yang berat bagi dia,” tandasnya.











