JOGANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan komitmen kuat terus menjaga dan meningkatkan capaian kinerja daerah yang kini telah berada di level tinggi, tidak lagi berada pada posisi bawah.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026, Pakta Integritas, serta Komitmen Kinerja Inovatif dan Prestasi Perangkat Daerah Tahun 2026, Senin (26/1/2026).
Joune Ganda menekankan bahwa seluruh jajaran perangkat daerah harus memiliki cara berpikir yang sama dan visi yang sejalan dalam menjalankan pembangunan.
Menurutnya, tantangan pemerintahan saat ini tidak lagi berskala lokal, melainkan telah bersifat global, sehingga membutuhkan kepemimpinan OPD yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

“Kita ini sudah sering menang, sudah sering mendapat pengakuan. Jadi mohon maaf, Minahasa Utara bukan lagi di level bawah, tapi sudah berada di level tinggi. Karena itu, tidak mungkin lagi kita mundur. Kita tidak berbicara ke samping atau ke belakang, kita berbicara ke depan,” tegas Joune.
Ia juga menyampaikan keyakinannya jika seluruh kepala OPD telah memahami tiga dokumen penting yang ditandatangani, yakni Perjanjian Kinerja, Pakta Integritas, serta Komitmen Kinerja Inovatif dan Prestasi.
Dokumen-dokumen tersebut menjadi dasar kuat untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Joune menyoroti pentingnya inovasi dan prestasi sebagai kunci keberhasilan pemerintahan daerah.
Ia mengungkapkan Minahasa Utara saat ini telah masuk dalam kategori kabupaten sangat inovatif, sebuah pencapaian yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Inovasi itu harus berdampak langsung. Pertama, pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Kedua, inovasi harus memberi kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah,” ujarnya.
Joune juga mendorong setiap OPD untuk tidak hanya berinovasi secara internal, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam proses inovasi.
Pendekatan ini dinilai penting agar tata kelola pemerintahan yang inovatif benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di berbagai lapisan.
Selain inovasi, Joune Ganda menekankan isu strategis lainnya, yakni penguatan kemandirian fiskal daerah.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat berharap setiap daerah mampu mengurangi ketergantungan terhadap transfer keuangan dan secara bertahap meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk itu, Joune meminta seluruh OPD yang memiliki kontribusi terhadap PAD agar fokus penuh pada peningkatan pendapatan daerah.
Bahkan, ke depan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara akan menggandeng BPK dan BPKP untuk menghitung potensi riil PAD sebagai dasar penetapan target yang lebih akurat dan realistis.
“Tidak ada jalan lain selain meningkatkan pendapatan daerah. Yang tidak mampu mencapai target, akan dievaluasi. Kita butuh orang-orang yang punya komitmen kuat untuk membawa Minahasa Utara semakin mandiri,” tandasnya.











