JOGANEWS..com – Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda yang subuh itu menjadi inspektur upacara serah terima Peleton Beranting (Tonting) dari etape tiga ke etape empat kegiatan Tonting Yudha Wastu Pramuka (YWP).
Upacara yang di penuhi para serdadu Tentara Nasional Indonesia (TNI), berlangsung khidmat, di lapangan Kompi C Zipur Minut, Kamis (18/12/25) subuh, dimulai sekitar pukul 04.00 Wita
Diawali dengan kibasan bendera, Bupati Joune Ganda melepas lima peleton serdadu TNI yang melanjutkan perjalanan menuju etape berikutnya.
Di tegaskan, giat ini bukan sekadar seremoni militer. Tetapi sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Para prajurit akan melintasi sejumlah wilayah di Minahasa Utara dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ini menjadi simbol kebersamaan, disiplin, serta semangat juang yang terus dijaga dan diwariskan,” tutur Bupati yang kerap disebut JG.
Dia berharap, kehadiran prajurit di tengah masyarakat disambut dengan bangga dan kehangatan, sekaligus memberikan rasa aman dan tenteram.
Menurutnya, hal itu merupakan bukti kehadiran TNI dalam menjaga kedamaian serta stabilitas kehidupan rakyat dalam kondisi apa pun.
Giat Tonting YWP dilaksanakan secara beretape dan dijadwalkan berakhir pada keesokan harinya.
Rombongan prajurit nantinya akan disambut langsung oleh Panglima Kodam XIII/Merdeka sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Dandim 1310 Bitung–Minut Letkol Inf Dewa Made DJ menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Minut yang bersedia hadir langsung sebagai inspektur upacara serta melepas prajurit menuju etape selanjutnya.
“Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan militer seperti ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami dan seluruh prajurit,” katanya.
Dandim menjelaskan, sebanyak lima peleton mengikuti kegiatan tersebut.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi kekompakan, ketahanan fisik, semangat juang, hingga kegagahan prajurit saat bernyanyi dan melangkah
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi simbol pelestarian nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Panglima Besar Jenderal Sudirman, sebagai pengingat akan semangat pengabdian dan pengorbanan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (P-*dl/gio)











