Pakar Ungkap Alasan Donald Trump Larang Mahasiswa Internasional Berkuliah di Universitas Harvard

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGANEWS.com – Tahun 2025 ini ada muncul kebijakan kontroversial pasalnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang semua mahasiwa internasional masuk dan berkuliah di Harvard University yang terletak di Kota Boston.

Menurut pakar Kebijakan Publik dari American Global Univeraity Amerika, DR Jerry Massie MA, PhD, sejauh ini Harvard bukan lagi kampus yang moderat atau konservatif tapi berubah menjadi kampus radikal sampai pengajarannya berubah drastis mulai dari ras sampai dengan jenis kelamin.

“Trump memblokir mahasiswa asing lantaran kampus ini salah satu kampus antisemit. Seperti biasa pemerintah mengucurkan 100 juta dollar pertahun atau sekitar Rp1,6 triliun untuk kampus ini tapi mereka lebih  memprioritaskan dan cenderung ke international student ketimbang local student,” kata Jerry.

Mahasiswa asing di Harvard kata Jerry, mencapai 31 persen dan ada banyak juga scholarahip atau beasiswa yang mereka berikan.

Bahkan ujarnya, anak perempuan Presiden China Xin Jiping berkuliah di Harvard dan juga putri Raja Belgia Philippe.

Jerry menyebut Harvard salah satu universitas terbaik dunia yang didirikan oleh Jhon Harvard  pada 1636  ini mendominasi kampus dunia selama 4 abad lebih bersama MIT, Caltech Princeton, Berkeley, Yale, Columbia University, Oxford dan Cambrigde (Inggris) dan lainnya

Satu hal lagi alasan sehingga Trump berang terhadap Harvard kata dia, yakni pemerintahnya meminta personal data mahasiswa asing lantaran ada yang terafiliasi dengan jarungan teroris tapi tak diberikan data mahasiwa asing

Semebtara dia membeberkan data Saat ini ada 87 mahasiswa Indonesia yang berkuluah di Harvard. Bisa saja mereka pindah kampus dan atau dideportasi. Total, Harvard menerima 1.937 mahasiswa tahun ini dari sekitar 54 ribu pelamar.

Bukan hanya saja urai Jerry, perang China dan Amerika bukan hanya sisi ekonomi dimana tarif barang inpor Amerika dikenai tarif 10 persen dan  China 30 persen sebelumnya Anerika memassang tarif 145 persen untuk semua produk China. Tapi secara keseluruhan Presiden Trunp akan mencabut seluruh visa mahasiswa China di Kampus-kampus Amerika. Lantarah banyak anak partai Komunis China yang berkuliah di Amerika.

Baca Juga:  The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Seperti diketahui jelas dia, hampir setiap tahun jumlah mahasiswa China yang paling banyak masuk kampus Harvard. Tahun 2025 ini China mengirim mahasiswa 2.100 orang, diikuti India (790), Korea Selatan (430), Jepang (260), dan Singapura (150).

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran
Dana Asing bagi Sektor Riset, Jurnalistik dan Media jadi Bom Waktu
Jusuf Kalla Diyakini Simpan Kartu Truf Jokowi
Menhan Syafrie akan Teken MoU Terkait Pesawat Militer AS Lewati Wilayah Udara RI
Biaya Perang yang Digelontorkan AS Cukup Fantastis
Donald Trump Rilis Aplikasi Mobile White House
Hikmahanto Juwana Beberkan Penyebab Kapal Pertamina masih Tertahan di Selat Hormuz
American Political Expert : Iran Winning the War Against Israel and the United States Is a Hallucination

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:00 WIB

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran

Selasa, 21 April 2026 - 07:31 WIB

Jusuf Kalla Diyakini Simpan Kartu Truf Jokowi

Selasa, 14 April 2026 - 07:40 WIB

Menhan Syafrie akan Teken MoU Terkait Pesawat Militer AS Lewati Wilayah Udara RI

Selasa, 14 April 2026 - 07:33 WIB

Biaya Perang yang Digelontorkan AS Cukup Fantastis

Senin, 30 Maret 2026 - 11:16 WIB

Donald Trump Rilis Aplikasi Mobile White House

Berita Terbaru

Bisnis

Jerry Massie Sebut Kaum Buruh selalu Dihati Prabowo

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21 WIB

Eksekutif

Realistis Bahlil Direshuffle

Senin, 27 Apr 2026 - 07:24 WIB

Law and Criminal

Gegara Buku “Gibran End Game”, Rismon Sianipar Dipolisikan

Senin, 27 Apr 2026 - 07:20 WIB

Manca Negara

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:00 WIB