Pakar Sebut Jokowi dan LBP harus Ganti Rugi Utang Kereta Cepat Whoosh

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGANEWS.com – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyoroti tajam polemik utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Adapun kini utang membengkak hingga mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,5 triliun.

Menurut Jerry, masalah utama proyek ini bukan pada teknologinya, melainkan pada oknum di balik pengambilan keputusan yang dianggap sarat kepentingan dan potensi penyimpangan anggaran.

“Sebetulnya bukan keretanya yang busuk, tapi otaknya yang busuk. Dia yang ngotot proyek kereta cepat ini berjalan, padahal jelas banyak kejanggalan. Ada dugaan mark up besar-besaran,” tegas Jerry, Senin (20/10/2025).

Jerry mengungkapkan, proyek yang awalnya diklaim berbiaya US$17 juta per kilometer, diduga melonjak hingga US$52 juta per kilometer, atau tiga kali lipat dari nilai awal.

Ia juga menyinggung keterlibatan sejumlah influencer dalam upaya menggiring opini publik agar proyek tersebut tetap berjalan.

“Bahkan saat peresmian, ada influencer yang hadir bersama Luhut. Ini memperlihatkan betapa kuatnya upaya pencitraan demi menutupi masalah besar di balik proyek ini,” tambahnya.

Jerry mendukung langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan tidak akan menggunakan APBN untuk menutupi utang KCIC.

Ia justru menuntut agar pihak yang paling bertanggung jawab menanggung beban keuangan tersebut.

“Saya mendesak LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) dan Jokowi membayar utang kereta cepat ini, karena proyek ini adalah ide mereka berdua,” ujarnya.

Lebih jauh, Jerry meminta KPK dan Kejaksaan Agung turun tangan menyelidiki dugaan mark up dan potensi tindak pidana korupsi dalam proyek KCIC.

Ia menilai penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, termasuk bila menyentuh lingkar kekuasaan. “Kalau ada unsur pidana, jangan segan-segan tetapkan tersangka,” urainya.

“KPK dan Kejagung juga perlu memeriksa dugaan keterlibatan Jokowi dalam kasus lain, seperti korupsi Kemenag, kasus Chromebook di Kemendikbudristek, hingga dugaan penyimpangan di Kemendag,” cetus dia.

Baca Juga:  Pemerintah Perlu Piikirkan Jutaan Orang Kota yang Tinggal di Kontrakan Sempit

Lebih lanjut Jerry mengingatkan bahwa mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebenarnya sudah menolak proyek KCIC sejak awal, namun proyek tersebut tetap dipaksakan demi kepentingan tertentu.

“Jonan sudah menolak, tapi LBP dan Jokowi ngotot. Akibatnya, rakyat kini menanggung utang besar,” tutupnya dengan nada kritis.jr

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jerry Massie Sebut Kaum Buruh selalu Dihati Prabowo
Dana Asing bagi Sektor Riset, Jurnalistik dan Media jadi Bom Waktu
Jusuf Kalla Diyakini Simpan Kartu Truf Jokowi
Donald Trump Rilis Aplikasi Mobile White House
Hikmahanto Juwana Beberkan Penyebab Kapal Pertamina masih Tertahan di Selat Hormuz
Prabowo dan Roy Dalio Bahas Peluang Disektor Energi
Rocky Gerung Beber Dampak Perang AS-Israel dan Iran
Doktrin Trump Guncang Negara Berdaulat

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21 WIB

Jerry Massie Sebut Kaum Buruh selalu Dihati Prabowo

Selasa, 21 April 2026 - 07:31 WIB

Jusuf Kalla Diyakini Simpan Kartu Truf Jokowi

Senin, 30 Maret 2026 - 11:16 WIB

Donald Trump Rilis Aplikasi Mobile White House

Senin, 30 Maret 2026 - 11:10 WIB

Hikmahanto Juwana Beberkan Penyebab Kapal Pertamina masih Tertahan di Selat Hormuz

Jumat, 27 Maret 2026 - 22:35 WIB

Prabowo dan Roy Dalio Bahas Peluang Disektor Energi

Berita Terbaru

Bisnis

Jerry Massie Sebut Kaum Buruh selalu Dihati Prabowo

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21 WIB

Eksekutif

Realistis Bahlil Direshuffle

Senin, 27 Apr 2026 - 07:24 WIB

Law and Criminal

Gegara Buku “Gibran End Game”, Rismon Sianipar Dipolisikan

Senin, 27 Apr 2026 - 07:20 WIB

Manca Negara

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:00 WIB