Aktivitas PETI di Ratatotok Terus Jalan, Diduga Dilindungi “Orang Kuat”

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGANEWS com— Upaya penegakan hukum oleh Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali dipertanyakan. Meski garis Police Line telah dipasang di lokasi Limpoga tambang ilegal (PETI) di wilayah Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), aktivitas penambangan tetap berjalan seperti tak tersentuh hukum.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, lahan yang dikuasakan kepada seorang oknum berinisial EDI telah dipasangi police line oleh aparat, termasuk penyitaan satu unit alat berat yang digunakan untuk aktivitas PETI. Namun, semua itu seolah hanya simbol semata.

Anehnya, muncul sosok yang diduga berinisial (DY) Donald Yusak, yang dengan terang-terangan mengaku punya kedekatan dengan Gubernur dan petinggi lain.

Tak hanya itu, diduga Donald Yusak bahkan dengan leluasa menurunkan alat berat Excavator Jenis Carterpilar dan melanjutkan aktivitas penambangan di lahan yang sudah di-“police line”.

Kondisi ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah hukum di Sulut hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas? Apakah police line hanya sekadar hiasan tanpa arti?

Publik juga mempertanyakan sikap Kapolres Mitra dan Kasat Reskrimnya, yang hingga kini dinilai tidak mampu bertindak tegas terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Padahal, sudah jelas-jelas lokasi itu dalam status penyelidikan dan telah dipasangi garis polisi.

“Kalau sudah dipasang police line tapi aktivitas tetap jalan, itu namanya penghinaan terhadap institusi Polri,” ujar aktivis Jeffry Sorongan.

Masyarakat berharap Kapolda Sulut Irjen Roycke Harry Langie tidak tutup mata terhadap kejadian ini.

Penambangan tanpa izin bukan hanya melanggar hukum, tapi juga merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Pengamat Hukum Jefrey Sorongan pun menduga ada kekuatan berskala besar yang diduga memback-up kasus ini

Aktivis yang dikenal volal ini mendorong Kapolda Sulut agar melakukan tindakan kongkrit untuk masalah pertambangan di Ratatotok ini.

Baca Juga:  Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

“Saya percaya Pak Kapolda orang yang berintegritas dan kredibel yang mampu berbuat sesuai regulasi yang ada, kalau ilegal dan melanggar UU Minerba No 2 Tahun 2025,” kata Jeffry.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gegara Buku “Gibran End Game”, Rismon Sianipar Dipolisikan
Jokowi Disebut Rela Gelontorkan Puluhan Miliar Demi Ijasahnya
Dendam dan Pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara
Pakar : Selamatkan Kasus, Ahmad Ali Gabung Partai Jokowi
Jerry Massie Sebut Jusuf Kalla Perusak Kerukunan Beragama di Indonesia
GAMKI Sebut Narasi Jusuf Kalla Sakiti Umat Kristen
Jokowi Biang Keladi Kasus Ijasah Palsu tak Pernah Tuntas
KPK Beri Sinyal Panggil Yaqut Cholil Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 07:20 WIB

Gegara Buku “Gibran End Game”, Rismon Sianipar Dipolisikan

Kamis, 23 April 2026 - 07:30 WIB

Jokowi Disebut Rela Gelontorkan Puluhan Miliar Demi Ijasahnya

Selasa, 21 April 2026 - 06:54 WIB

Dendam dan Pembunuhan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara

Selasa, 21 April 2026 - 06:45 WIB

Pakar : Selamatkan Kasus, Ahmad Ali Gabung Partai Jokowi

Selasa, 14 April 2026 - 07:45 WIB

Jerry Massie Sebut Jusuf Kalla Perusak Kerukunan Beragama di Indonesia

Berita Terbaru

Bisnis

Jerry Massie Sebut Kaum Buruh selalu Dihati Prabowo

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21 WIB

Eksekutif

Realistis Bahlil Direshuffle

Senin, 27 Apr 2026 - 07:24 WIB

Law and Criminal

Gegara Buku “Gibran End Game”, Rismon Sianipar Dipolisikan

Senin, 27 Apr 2026 - 07:20 WIB

Manca Negara

Warga AS Didesak Segera Tinggalkan Iran

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:00 WIB