Oleh : Jeff Sangian (Peneliti P3S)
Banyak kompromi yang akan terjadi jika korupsi sudah dianggap hal biasa, karena semua melakukan bahkan lembaga anti rasuah sekalipun yang harusnya menindak para pelaku tidak dapat berbuat banyak bahkan suap- menyuap akan marak di dalam lembaga itu sendiri.
Diperkirakan iItu bisa terjadi dalam waktu yang panjang, contoh Bangladesh, Presidennya membentuk koalisi besar dengan jalan membujuk media dan para influencer membuat berita seolah olah negaranya tambah maju. Padahal terbalik, infrastruktur yang dibangun dengab utang, para kroninya melakukan tindak pidana korupsi.
Sementara disatu sisi, tidak ada lagi yang mengontrol perlilaku korupsi lantaran lembaga anti korupsinya telah turut menikmati uang haram koruptor tersebut. Hal itu berlangsung selama 15 tahun sampai akhirnya rakyat mengamuk dan presidennya diuber-uber, untung bisa kabur ke luar negeri.
Kita bangsa Indonesia harusnya belajar dari peristiwa di Bangladesh tersebut Ingat, sudah 10 tahun Mulyono merusak bangsa ini. Apakah akan dilanjutkan kerusakanmya oleh Prabowo 5 tahun lagi, sampai 15 tahun?
Saya berharap Prabowo mengambil pelajaran dari Bangladesh











